Bagaimana Bahaya Obesitas Kelebihan Berat Badan?

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Santai | Siapa yang menginginkan obesitas atau kegemukan? Hampir setiap orang tentu mendambakan tubuh yang sehat dan proporsional. Namun, memiliki berat badan ideal bukanlah sesuatu yang instan. Dibutuhkan pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup sehat yang dilakukan secara konsisten.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang menempuh cara-cara ekstrem demi mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan, seperti mengonsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan atau menjalani prosedur sedot lemak tanpa indikasi medis yang jelas. Padahal, cara-cara tersebut memiliki risiko terhadap kesehatan apabila tidak dilakukan dengan tepat.

Obesitas Menjadi Masalah Kesehatan Global

Menurut World Health Organization (WHO), obesitas merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Sejak tahun 1990, angka obesitas pada orang dewasa telah meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara angka obesitas pada remaja meningkat sekitar empat kali lipat.

Data terbaru WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2022:

  • Lebih dari 2,5 miliar orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) mengalami kelebihan berat badan.
  • Dari jumlah tersebut, sekitar 890 juta orang hidup dengan obesitas.
  • Sekitar 43% orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan, dan 16% di antaranya mengalami obesitas.
  • Lebih dari 390 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun mengalami kelebihan berat badan, termasuk sekitar 160 juta yang mengalami obesitas.
  • Sebanyak 37 juta anak di bawah usia 5 tahun juga mengalami kelebihan berat badan.
Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

WHO mendefinisikan obesitas sebagai penumpukan lemak tubuh yang berlebihan atau tidak normal sehingga dapat mengganggu kesehatan.

Bahaya Obesitas bagi Kesehatan

Obesitas bukan hanya masalah penampilan, tetapi merupakan kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk menilai status berat badan adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Semakin tinggi nilai BMI, semakin besar pula risiko seseorang mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan obesitas antara lain:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Stroke.
  • Diabetes melitus tipe 2.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Gangguan pernapasan, seperti sleep apnea.
  • Osteoartritis atau pengapuran sendi.
  • Penyakit hati berlemak (fatty liver).
  • Beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, payudara (pascamenopause), ginjal, hati, dan rahim.
Baca Juga :  Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

WHO memperkirakan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas menyebabkan sekitar lebih dari 2,8 juta kematian setiap tahun akibat berbagai penyakit tidak menular yang berkaitan dengannya.

Mencegah Obesitas

Kelebihan berat badan dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang sehat, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein sehat.
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin, minimal 150 menit per minggu untuk orang dewasa sesuai anjuran WHO.
  • Mengurangi waktu duduk terlalu lama dan meningkatkan aktivitas sehari-hari.
  • Menjaga kualitas tidur serta mengelola stres.

Perlu dipahami bahwa menurunkan porsi makan secara berlebihan bukanlah solusi yang tepat. Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kalori yang dilakukan secara tepat dapat memberikan manfaat metabolik, tetapi hingga saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa sekadar mengurangi porsi makan dapat secara langsung memperlambat penuaan pada manusia. Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sumber data: World Health Organization (WHO), Obesity and overweight – Fact Sheet, pembaruan tahun 2024 (berdasarkan data global tahun 2022).

Berita Terkait

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:38 WIB

Bagaimana Bahaya Obesitas Kelebihan Berat Badan?

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Selasa, 28 Maret 2023 - 15:55 WIB

Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Berita Terbaru

Apa

Apa Benar Dengan Sedikit Tidur Bisa Memperpanjang Umur?

Minggu, 28 Jun 2026 - 17:53 WIB

Bagaimana

Bagaimana Bahaya Obesitas Kelebihan Berat Badan?

Minggu, 28 Jun 2026 - 17:38 WIB

Nasional

Perusahaan Umrah Saudi-Indonesia Tingkatkan Layanan Jemaah

Selasa, 17 Feb 2026 - 17:22 WIB