Lomba 17 Agustusan: Ajang Gengsi, Keringat, dan Tumpahnya Harga Diri

- Publisher

Minggu, 27 Juli 2025 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritasantai.com | Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh penjuru negeri mendadak berubah jadi arena sirkus kolosal yang meriah. Mulai dari bocah ingusan sampai bapak-bapak yang udah pegal duduk terlalu lama di pos ronda, semua ikut serta dalam perayaan yang lebih semarak dari kondangan mantan.

Kalau kamu pikir lomba 17-an cuma soal seru-seruan, kamu salah besar. Di balik lomba makan kerupuk itu, ada intrik, gengsi, ambisi, dan… ya, kadang sedikit harga diri yang tercoreng seperti bendera yang kepeleset dari tiangnya.

Episode 1: Makan Kerupuk, Harga Diri Taruhannya

Lomba makan kerupuk itu sebenarnya adu kecepatan antara mulut, leher, dan gravitasi. Kerupuk digantung di tali rafia kayak janji-janji kampanye, menggantung tanpa kepastian. Peserta? Harus makan tanpa bantuan tangan. Tantangannya? Selain kerupuknya goyang-goyang kayak hatimu waktu lihat mantan pegang tangan yang lain, kamu juga harus tahan malu saat mulutmu ngejar kerupuk tapi yang kejilat malah udara.

Apalagi kalau kamu udah sok pede di awal, “Gue mah langganan juara makan kerupuk!” Eh, baru mulai, tali kerupuknya patah. Kamu? Gigit angin, ditertawakan warga sekampung, dan masuk Instagram story RT sebelah.

Episode 2: Balap Karung ala Ninja Gagal

Balap karung adalah olahraga nasional yang secara misterius cuma populer setahun sekali. Kalau olimpiade punya atletik, kita punya atlet karungan. Pesertanya lompat-lompat pakai karung goni, mirip kangguru yang lagi kehilangan arah GPS.

Tahun lalu, si Ujang, jagoan kampung sebelah, semangat banget. Baru 3 lompatan, dia jatuh, kepalanya nyangkut di tiang tenda. Untung cuma tenda, bukan tiang listrik. Warga ngakak, Ujang bengong, dan karungnya robek kayak kisah cinta sepihak.

Episode 3: Lomba Tarik Tambang, Ajang Adu Gengsi Antar RT

Ini bukan sekadar lomba. Ini perang dingin antara RT 02 dan RT 03 yang udah mulai sejak tahun 2003 saat rebutan tanah lapang buat parkir motor hajatan. Tarik tambang adalah cara legal buat melampiaskan dendam lama, pakai otot dan emosi.

Baca Juga :  Niat WFH, Malah Jadi WTF. Apa Kamu Pernah Juga?

Strateginya kompleks: RT 03 bawa bapak-bapak gym-an, sementara RT 02 andelin emak-emak pengajian yang ternyata kuatnya kayak excavator. Tali tambang menegang, teriakan “TARIIIIKKKKK!” bergema lebih dahsyat dari panggilan tukang sayur.

Akhirnya? RT 03 kalah. Salah satu peserta malah terlempar ke tumpukan kursi plastik. Kursinya patah, tapi harga diri RT 03 yang paling retak.

Episode 4: Panjat Pinang — Versi Drama Korea

Bayangkan: sebatang pinang tinggi menjulang, dilumuri oli yang lebih licin dari janji mantan, dan di atasnya ada hadiah — mie instan, ember, dan kadang-kadang… setrika second.

Para peserta membentuk piramida manusia. Yang paling bawah merelakan tubuhnya dijadikan tangga manusia, sambil berharap enggak kejatuhan keringat atau sepatu.

Ada yang udah hampir sampai atas, tinggal sentuh hadiahnya… eh, terpeleset. Turun ke bawah sambil teriak “AAARRRGHHH!” kayak ending sinetron. Penonton? Ketawa. Peserta? Lemas. Oli? Tetap licin, kayak kehidupan.

Episode 5: Lomba Fashion Show Daur Ulang: Ketika Botol Aqua Jadi Gaun

Anak-anak kecil tampil dengan baju dari plastik kresek, kardus mie instan, sampai sedotan bekas. Ada yang tampil kayak model Paris Fashion Week, ada juga yang jalan sambil megangin roknya karena lemnya belum kering.

Yang paling epik: bocah satu ini jalan sambil say “Good afternoon, my name is Ayu and I wear this dress for save the planet, thank you.” Padahal bajunya dari kantong plastik warung dan tutup botol. Tetap keren. Netizen RT bilang: “Ini baru calon menteri lingkungan hidup!”

Episode 6: Emak-emak Lomba Joget Balon

Kombinasi maut antara lagu dangdut remix dan balon di dada pasangan joget, bikin lomba ini selalu ramai. Emak-emak joget sambil jaga jarak biar balonnya nggak jatuh, kayak PPKM rasa cinta: dekat tapi tak boleh menyentuh terlalu cepat.

Baca Juga :  30 Quote Lebay yang Siap Mengguncang Hatimu di Bulan Agustus!

Yang seru, kalau lagunya tiba-tiba diganti ke remix TikTok, jogetnya makin ngaco, dan balonnya terbang entah ke mana. Tapi yang penting, semangat tetap 45, walau sendi udah 25%.

Episode 7: Komentar Netizen Lapangan

Tak lengkap tanpa komentator dadakan dari warga sekitar. Biasanya duduk di bawah pohon, bawa kipas manual, dan komentar seenaknya.

  • “Itu Ujang dari tadi gigit kerupuk, kayak gigit masa lalu!”
  • “Wah, RT 02 sih curang, pakai jampi-jampi tarik tambangnya!”
  • “Ibu RW jogetnya keren, saingan Inul nih.”

Netizen +62 memang tidak pernah mengecewakan. Bahkan kalau listrik mati, mereka tetap nyala — mulutnya.

Upacara dan Hati yang Berkibar

Setelah semua lomba penuh peluh dan tawa itu, biasanya ditutup dengan upacara sederhana. Anak-anak Pramuka berdiri tegap, bendera Merah Putih naik pelan-pelan (kadang macet di tengah, terus ada yang nyoba turunin lagi sambil disorakin).

Warga berdiri, walau lutut udah capek karena tadi ikut tarik tambang. Tapi saat lagu “Indonesia Raya” dikumandangkan, semua diam. Khusyuk. Haru. Lomba boleh lucu, tapi semangat kemerdekaan tetap serius.

Dan di titik itu, kita sadar… 17 Agustusan bukan cuma soal hadiah atau lomba absurd. Tapi soal kebersamaan, tawa bareng, dan mengenang perjuangan dengan cara yang khas kita: nyeleneh tapi ngena.

Jadi, buat kamu yang tahun ini males ikut lomba, inget: 17 Agustus cuma setahun sekali. Kesempatan buat jatuh di lumpur sambil ditertawakan warga dengan penuh cinta, itu nggak datang tiap hari.

Kalau nggak bisa ikut lomba, minimal jadi komentator nyinyir penuh kasih. Karena dalam 17-an, semua punya peran: pahlawan, penonton, atau pelawak. Yang penting? Merdeka tetap di hati, walau di dompet belum tentu.

Kalau kamu pernah punya momen absurd waktu 17-an, cerita dong! Siapa tahu bisa kita lombain juga: “Cerita 17-an Ter-ngakak Tahun Ini!” 🥳🇮🇩

Berita Terkait

Kisah Tragis Dompet di Awal Bulan. Apa Kamu Pernah Ngalami?
Niat WFH, Malah Jadi WTF. Apa Kamu Pernah Juga?

Berita Terkait

Minggu, 27 Juli 2025 - 21:37 WIB

Lomba 17 Agustusan: Ajang Gengsi, Keringat, dan Tumpahnya Harga Diri

Rabu, 2 Juli 2025 - 06:54 WIB

Kisah Tragis Dompet di Awal Bulan. Apa Kamu Pernah Ngalami?

Berita Terbaru

Berita Santai

Mall Sepi Transaksi, Ramai Rombongan: Dari ROJALI sampai ROMUSA

Jumat, 1 Agu 2025 - 18:51 WIB